JATI DIRI ERA MILLENIUM : NGGAK PUNYA WEBSITE NGGAK KEREN

2017, jaman semakin melesat cepat, hari-hari rasanya berlalu begitu saja, informasi udah begitu mudah didapat, orang-orang diluar bahkan dengan mudah berkomunikasi dengan kita (nggak terhalang waktu dan tempat). 

Website hadir sebagai laman elektronik, tempat mencari informasi, berkomunikasi, penyalur hobi, hingga mencari nafkah. Banyak sekali website yang hadir dengan “bidang” nya sendiri-sendiri. Udah seperti koran, dan bagi saya—mungkin bagi kebanyakan orang juga— website udah jadi sumber berita utama.

Website juga jadi penyalur hobi bagi seorang content creator. Bergerak sebagai blogger membuat saya sedikit-banyaknya “mengerti” tentang website. Meski masih tingkat “ecek-ecek”, tapi saya bangga menggeluti bidang ini. Bisa menuangkan hobi dalam menulis—syukur-syukur bisa menginspirasi—dan semakin kesini waktu berjalan, bisa mengerti tentang HTML dan sebagainya. Tak ada yang lebih bahagia selain orang yang menjalani hobi dan dapat ilmu baru dari hobi tersebut.

Website (blog) udah jadi “Jati Diri” bagi saya pribadi. Disini saya bebas berekspresi, menuangkan ide-pikiran saya sendiri, selama itu masih positif. Pembaca yang mengikuti saya sedari awal tentu akan tahu : saya itu orangnya gimana? Blog udah jadi rumah. Rumah yang hangat setelah keluarga dan sahabat.

Tapi, di Padang, tempat saya tinggal, sangat sedikit anak-anak muda yang punya blog. Jangankan punya blog, hobi menulis yang seharusnya sangat baik ini malah dianggap hobi yang “nggak ada guna”, adalah hobi bagi orang-orang “cupu”. Anak-anak muda disini lebih “berekspetasi” jadi “artis-artis” dunia maya. Banyak banget akun instagram yang menampung mereka jadi “artis”. Tapi, akun kepenulisan, ada? Diminati? Nggak. Miris memang!

Emang bagus, disaat orang-orang berlomba menghasilkan photo terbaik. Tapi, photo itu seharusnya mendidik, ada nilai yang ingin disampaikan, bukan sekadar menampilkan tubuh diri sendiri. Coba lihat photographer profesional, mereka berkarya dengan “hati”, menghasilkan photo-photo yang seakan berbicara kepada pemandangnya, punya nilai estetika dan tentu punya pesan moral. Tapi, disini?

Membuat saya prihatin karena sedikit sekali teman satu hobi dengan saya, yang mau menebar inspirasi dan pengalaman melalui blog di kota ini( di provinsi ini). Kenapa anak muda di sini nggak tertarik dengan blog?



Satu fakta yang mungkin kamu belum tahu : KEBANYAKAN ORANG MINANG ITU SUKA MEN-CEMOOH.
Ini serius!
Minangkabau, kurang cocok bagi mereka yang ingin berkembang (dalam bidang apapun). Situasi ini memang nyata terjadi meskipun ada juga yang nggak begitu, tapi, sekali lagi, KEBANYAKAN demikian. Tapi, bagi orang yang gigih berjuang, biasanya situasi ini bakalan jadi “loncatan” yang baik. Karena, orang yang berkerja dan berkarya dibawah tekanan itu biasanya bakalan jadi orang besar dan berpengaruh. Mimpi mu belum besar jika belum ditertawakan orang lain, kata Luffy di serial One Piece.
---
Hidup di jaman Millenium harus berani mengikuti arus, bahkan kalau bisa menerjangnya. Website adalah salah satu sarana yang baik untuk itu. Dalam hidup, kita tentu berharap bisa berguna dan menebar inspirasi bagi banyak orang. Melakukan yang terbaik dan terus berusaha. Tidak mementingkan diri sendiri. Dan, jika berlebih, mudah memberi pada yang lain. Website (blog) adalah sarana paling tepat.





MENYEBARKAN INFORMASI SECARA EFISIEN
Siapa yang tidak memakai internet? Fungsi internet banyak. Salah satunya : mencari informasi. Website menyediakan itu. Dengan mudah, orang dapat mengirim informasi dengan cepat dan bisa diakses saat itu juga, bahkan bertahan lama.
Melalui website, informasi yang disediakan tentu lebih variatif dan kreatif, tergantung seberapa “pandai” yang menulisnya. Teks, audio, video, gambar dapat digabungkan menjadi satu, sehingga informasi menjadi menyenangkan untuk di-“lahap”.

WEBSITE SEBAGAI PUNDI UANG
Percaya atau tidak! Dunia Kreatif sudah menguasai industri saat ini. Orang-orang sudah tidak terlalu membicarakan tambang, perminyakan dan sebagainya—meskipun secara material tetap menggiurkan. Industri Kreatif berkembang sangat cepat. Menghasilkan uang dengan cepat dan mudah adalah prinsip dari Industri Kreatif. Youtubers, Travel Photography, hingga Blogger adalah contoh dari Industri Kreatif. 

Blogger masuk,loh, dalam dunia ini. Banyak orang yang secara serius menjadikan Blog (Website) sebagai pundi uang mereka. Siapa bilang bakalan dapat sedikit? Cari aja di internet, berapa penghasilan para blogger profesional per-bulan.

AJANG BERKREASI DAN MENEBAR INSPIRASI
Banyak kisah kehidupan seseorang yang sebenarnya bila di-ekspos mungkin bakalan mengubah banyak manusia. Sayangnya, yang di-ekspos biasanya hanya kehidupan orang yang udah sukses aja. 

Melalui website, saya mengusahakan semaksimal mungkin, informasi yang saya publish memiliki nilai dan bisa menginspirasi banyak orang nantinya. Bukan menggurui, tapi, menginspirasi. Secara tidak langsung.

LADANG AMAL MENCAPAI SURGA-NYA
Sedekah Jahiriyah : sedekah yang nggak bakalan putus meski kita udah meninggal dunia. Ilmu termasuk di dalamnya. Dengan inspirasi yang kita publish dan mungkin saja berguna bagi orang lain adalah amalan buat kita pribadi. Berkah dunia dan akhirat,toh! Alhamdulillah

FAKTA : INDONESIA ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK NGE-WEBSITE









(sumber :  APJII)
--
USAHA TAK AKAN MENGHIANATI HASIL

Kerja keras penting dalam bidang apapun. Apalagi belajar website dan belajar “mengisinya”. Harus berpikir keras mau ngebahas topik apa, sedikit-banyaknya harus mengerti HTML, CSS, JavaScript dan lainnya, begadang biar tampilan website (blog) kece dan SEO FRIENDLY, belajar biar artikel kita banyak yang baca tapi tetap berkualitas. Intinya harus kerja keras dan konsisten.

Udah jelas, bagi saya pribadi website (blog) adalah JATI DIRI. Blog adalah ladang amal, pundi uang, sarana menebar informasi dan inspirasi. Juga sebagai hobi yang menyenangkan sekali. 

Banyak manfaat yang saya dapat dari aktivitas nge-blog ini. Dan itu semua positif. Memang awalnya rumit dan bikin kepala pusing, tapi percaya usaha tak akan menghianati hasil tetap menguatkan saya hingga kini, di awal perjalanan ini, hingga nanti, saat semuanya berakhir manis.

Tetap nggak mau belajar membuat website (blog) ?

ARTIKEL INI MENANG PERINGKAT 5 "LOMBA BLOG DUMET SCHOOL" BULAN JUNI
JATI DIRI ERA MILLENIUM : NGGAK PUNYA WEBSITE NGGAK KEREN JATI DIRI ERA MILLENIUM : NGGAK PUNYA WEBSITE NGGAK KEREN Reviewed by A. RIFALDO on Kamis, Juni 15, 2017 Rating: 5

4 komentar:

  1. Ini saya masih belajar gan mengelola blogg,, masih pemulaa,,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mas Farhan. Saya juga masih pemula. Yang penting kita terus berusaha dan lakukan yg terbaik. Suatu hari pasti akan berbuah manis jerih payah kita. Aminn.

      Hapus
  2. Semangat terus nulisnya.. Ayo ditarget biar update nya konsisten... Biarlah lingkungan berkata apa..semangat. Karena lewat website tulisan qt bukan hanya sampai ke orang sekitar kan, bahkan sampai ke ujung dunia *hiperbola :D salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. Iya nih,Mbak Dewi. Semangat memang tetap berkobar, tapi sekarang masih di kampung jadi agak sulit nge-blog nya. Agustus udah di Kota Padang, dan insyaallah bakalan konsisten :) Salam kenal juga,Mbak Dewi.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.