#AsyikBaca : Tentang Kamu By Tere Liye

Lagi-lagi aku menamatkan novel ini untuk ke-dua kalinya. Antara kurang bahan bacaan dan emang novel ini bagus banget jadi alasan buat membacanya kembali.

Kesannya gimana?

Tetap bagus menurutku. Hawa ‘kesedihan’ dan petualangan tokohnya tetap terasa kental dan yang penting nggak nge-bosanin (secara udah pernah baca sebelumnya,kan!). Aku pribadi nggak nyesal habisin waktu libur untuk hal-hal seperti ini. Tetap dapat ilmu baru. Menghibur diri sendiri.

 ***

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Cetakan : II, Oktober 2016
Penerbit : Republika
Beli di acara Meet & Greet Tere Liye IAIN BATUSANGKAR, IDR 72.000 












Blurb :
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,
itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.
Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang menemukan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali,
aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir,
tapi aku akan tersenyum karena sesuatu pernah terjadi.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.
Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir.
Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.


Review :

Thompson & Co. mendapatkan mandat untuk menyelesaikan kasus harta warisan berupa aset kepemilikan saham sebesar 1% di perusahaan toiletris multinasional. Walaupun 1%, tapi ini adalah perusahaan multinasional, 1% itu bernilai satu miliar poundsterling, itu setara dengan 19 triliun rupiah. (nol nya berapaa?)

Tapi, ini bukan kasus harta warisan biasa, hal yang membuat cerita ini terus berlanjut. Surat mandat yang tiba di Thompson & Co. beralamatkan panti jompo di Paris, dan surat itu hanya berisi keterangan bahwa nama yang tersebut di surat adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan multinasional. Tak ada keterangan ahli waris dan yang paling crazy : tak ada surat wasiat.

Adalah kepada Zaman Zulkarnaen kasus ini diserahkan dengan imbalan jika Zaman berhasil menyelesaikan kasus ini seadil-adilnya, Zaman akan mengisi salah satu kursi lawyer senior yang kosong dua tahun belakang. Posisinya akan naik.

Tapi, bukan semata itu kasus ini diserahkan kepada Zaman. Wanita tua pemilik harta 19 triliun itu bernama Sri Ningsih, orang Indonesia. Dan Zaman juga orang Indonesia. Sir Thompson menyerahkan kasus ini dengan harapan Zaman bisa menyelesaikan kasus karena fakta bahwa Sri Ningsih adalah orang Indonesia bisa saja membuat penelusuran akan sedikit lebih mudah dilakukan. 

Dimulai lah penelusuran Zaman. 

Tempat pertama : La Cerisaie Maison de Retraite, panti jompo di Paris.

Zaman bertemu dengan Aimee, petugas panti jompo. Tak ada kemajuan berarti awalnya saat Zaman tiba di sana, tapi setelah berbagai obrolan, Aimee memberikan buku diary Sri Ningsih kepada Zaman. Awalnya Aimee masih ragu untuk memberikan buku ini, tapi setelah berbagai obrolan tadi, Aimee percaya bahwa Zaman adalah pemuda yang baik. 

Disini, Aimee juga menceritakan bagaimana kedatangan awal Sri Ningsih di panti jompo ini. Sensasi sedih dan perjuangan hidup sudah mulai terasa di awal-awal ini. Bayangkan, seorang nenek-nenek tua melakukan perjalanan ratusan kilometer dari London sepanjang malam, tanpa uang sedikitpun, menyebrangi Selat Inggris dengan menumpang perahu nelayan dan kemudian menumpang mobil demi mobil  hingga akhirnya sampai di pinggiran Kota Paris dalam cuaca dingin menyentuh 0 derajat. Kalian harus baca!

Tempat ke-dua : Pulau Bungin.

Ini setting yang sangat brilian menurutku. Kalian tahu Pulau Bungin? Pulau terpadat di dunia, pulau tanpa tumbuhan (bahkan kambing memakan kertas, bukan rumput,loh). Pulau ini benar-benar nyata, adalah pulau kecil di Sumbawa, Pulau Bungin.
Ini loh Pulau Bungin. (Credit : Man Sofyan)

Episode perjalanan hidup Sri Ningsih semakin terbuka. Disini kepala kampung Pulau Bungin hidup dan mengingat persis waktu kehidupan Sri Ningsih di tempat ini, Ode, saat tahun itu Ode adalah pemuda tanggung usia 17-an. 

Sri Ningsih adalah anak kedua dari pasangan Nugroho dan Rahayu. Anak pertama mereka keguguran saat ada acara syukuran di rumah panggung Nugroho. Sri Ningsih adalah anak ke-dua. Seperti sebelumnya, jika kelahiran pertama sang buah hati yang harus pergi, kelahiran ke-dua seakan menulis kisah lama, Rahayu harus pergi, meninggalkan Nugroho dan Sri Ningsih. 

Setelah Sri beranjak besar, usia belasan tahun. Nugroho akhirnya kembali menikah dengan salah satu gadis Pulau Bungin. Nusi Muratta. 

Nusi Muratta hamil, kemudian melahirkan anak laki-laki bernama Tilamutta. 

Nugroho memutuskan pergi melaut setelah kelahiran Tilamutta. Nugroho berjanji untuk membelikan sepatu baru untuk Sri di kota nanti. Tapi, takdir tak bisa diterka, saat-saat kepergian Nugroho juga menjadi kepergiannya untuk selama-lamanya. 

Nusi Muratta tak mau terima. Sikapnya yang dulu baik dan menyayangi Sri berubah total saat mendengar kabar wafatnya Nugroho akibat kapalnya karam. Sri menjadi pelampiasan kesedihan Nusi Muratta. Ini semua tidak akan terjadi bila saja Nugroho tidak membelikan sepatu baru untuk Sri, pikir Nusi Muratta. Nusi Muratta teramat benci kepada Sri, anak yang dikutuk.

Tempat ke-tiga : Pesantren Kia Maksum di Jawa. (Sri pernah sekolah disini bersama Tilamutta)

Tempat ke-empat : Kota Jakarta. (episode penting yang menjelaskan kenapa Sri Ningsih bisa mempunyai aset sedemikian banyak)

Tempat ke-lima : London.

Tempat ke-enam : Paris.

                                                                 ***

Tere Liye berhasil menulis novel auto-biografi yang memukau dan yang penting nggak nge-bosenin karena novel ini cukup tebal. Setiap bab selalu diceritakan dengan asyik dan bikin aku penasaran dan sayang banget kalo berhenti baca. Pengennya ya terus baca karena saking penasarannya.

Tokoh-tokoh nya beragam dengan sifat nya yang ‘kuat’. Sri Ningsih menjadi tokoh favoritku di sini, karena aku salut dengan sifat Sri yang sederhana dan baik hati kepada semua orang. 

Benang merah dan semua kejutan yang menurutku sangat cerdas dituturkan pada akhir cerita. Membuka semua tabir dari ke-‘misteriusan’ seorang Sri Ningsih dengan segala cerita hidupnya. 

Novel ini juga menyisipkan banyak ilmu-ilmu baru yang bisa aku serap, seperti : Krisis Y2K, metode penjualan saham SPV, Rhesus darah, hingga krisis keuangan Subprime Mortgage. (kamu tahu istilah-istilah di atas?)

Benar-benar nggak nyesal baca novel ini dengan semua ke-istimewaannya. Novel ini menjadi novel terbaik Tere Liye menurutku, so far. Kamu harus baca.
                                                            

***

Masih banyak kurangnya dan yahh emang kurang banget review ini,ya! 

Bagaimana menurut kamu? Apa yang kurang dari review ini dan apa yang tetap harus aku pertahankan dalam caraku me-review buku? 

Kasih komentar di Comments di bawah,ya! 

Note: kalo kamu juga me-review novel ini, kasih link-nya, aku pengen baca review kamu.

Tag : Review Tentang Kamu, Tere Liye, Pulau Bungin, Ulasan Buku, Novel Tere Liye


#AsyikBaca : Tentang Kamu By Tere Liye #AsyikBaca : Tentang Kamu By Tere Liye Reviewed by A. RIFALDO on Rabu, Juli 26, 2017 Rating: 5

4 komentar:

  1. Aku sudah baca novel ini. Memang dari bab pertama aja sudah bikin penasaran. Pengin langsung baca halaman terakhir tapi dikuat-kuatin nggak buka hahaha. 2 hari kelar baca buku ini, anakku malah cuma sehari :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Sayang loh,Mbak kalo langsung baca halaman terakhir. 😁 Tapi, syukur nggk jadi ya,Mbak.

      Menurutku, sejauh ini, novel Tentang Kamu karya terbaik Tere Liye. 😊

      Anak nya juga baca? Semoga dapat banyak pelajaran Si-Kecil.

      Hapus
  2. aku sudah punya dan sehari langsung salse hahaha yes menurut aku juga ini yang master piecenya karya Bang Darwis heheehe

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.