Mahasiswa Baru


Ruangan besar itu sesak oleh manusia-manusia yang serempak berbaju putih dan bercelana hitam. Sejumlah besar dari mereka yang laki-laki memotong rambut hingga tinggal 1 cm hinggap di kepala. Ruangan itu bahkan jadi lebih terang dari biasanya. Para perempuan juga begitu : berjilbab hitam dengan baju putih dan rok hitam. Raut wajah mereka semua terlihat sumringah karena hari ini adalah awal dimana mimpi akan diukir, termasuk aku.

Sibuk mereka mencari tempat duduk. Mencari teman baru. Mencari kenalan untuk empat tahun kedepan. Apakah sanggup? Kita lihat saja nanti. Aku memilih duduk di tribun timur, menghadap layar tancap dekat panggung. 

Layar putih itu dinyalakan. Memancarkan warna biru keungu-unguan untuk beberapa lama, mencari sinyal. Layar berkedip, cahaya biru itu berganti menjadi putih, bukan putih karena tak ada yang dipancar seolah mati dari awal, mesin itu memang memancarkan cayaha putih, tapi, kali ini dilengkapi tulisan. “MARS UNP”.

Pembawa acara bersorak, menyuruh kami untuk diam. Lalu, mengajarkan irama lagu yang masih asing ditelinga kami para warga baru. Seperti ibu yang membimbing anaknya untuk bilang papa atau mama, pembawa acara dengan kasih sayang mengajarkan seraya mempraktekkannya. Irama yang aneh, tapi, ini sangat bagus.

Aku dengan terbata-bata ikut menyanyi—walaupun aku tak tahu apakah teman di sebelahku merasa terganggu atau malah merasa jijik lantaran mendengar suaraku. Bodoh amat! Aku terus bernyanyi. Ruangan besar itu bergema, menahan 4000 ribuan suara yang beragam dengan keunikan masing-masing. Membentuk suatu harmoni yang indah. Membuat merinding. Bukan karena takut seperti merinding ketika melihat hantu, tapi karena ini istimewa, sesuatu yang cukup sakral.

Merasa cukup, pembawa acara menyuruh kami diam. Bersiap-siap karena acara inti akan segera dibuka. Semua tamu kehormatan sudah datang. Acara siap digelar. 

Benar saja. Latihan kami tak sia-sia, walaupun hanya lima belas menitan, nyanyian MARS UNP tetap khidmat dan bergema, dan tentu saja indah didengar. Alunan ayat suci Al-Qur’an di lantunkan. Jagoan kampus yang sudah melalang negeri karena indahnya suara unjuk suara. Hening kami mendengar. Penuh khidmat.

Bapak nomor satu di Universitas Negeri Padang itu berdiri, mengambil ancang-ancang ke podium. Berbicara satu-dua patah kata. Bangga nian Bapak Rektor menerima kami sebagai keluarga baru. Berharap suatu masa, di tangan kamilah suatu karya bersinar. Menerangi alam, menerangi dunia, hingga selamat di akhirat.

Adalah awal dari banyak langkah. Di sini kita mulai berkarya. Di Universitas Negeri Padang tercinta.

Mahasiswa Baru Mahasiswa Baru Reviewed by A. RIFALDO on Rabu, Agustus 23, 2017 Rating: 5

2 komentar:

  1. Selamat ya, kalau udah kuliah berarti udah boleh pacaran dong. :) Pacaran serius maksudnya...enggak kayak anak-anak esemaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Fokus belajar dulu Mbak Yuni :)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.