Lulus SNMPTN ? Kenapa Tidak !

Semester genap memang menjadi periode “spesial” bagi siswa SMA/sederajat. Periode inilah yang—biasanya—akan menentukan langkah hidup teman-teman kedepannya. Bagaimana cara teman-teman menghadapai periode ini, apakah berkualitas atau tidak, dengan nilai yang memuaskan atau tidak. 

Beragam ujian akan segera datang bertubi-tubi. Teman-teman yang benar-benar ingin serius dan mencapai hasil maksimal pasti akan disibukkan dengan belajar-belajar-belajar. Apalagi bagi teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Untuk menghadapi itu, teman-teman tentu memiliki strategi dan cara sendiri. Saya tidak akan membahas bagaimana melalui itu semua dan sukses karena nilai saya nggak bagus-bagus juga sih ! Tapi, satu hal yang ingin saya tekankan adalah teman-teman—selagi bisa—harus lanjut ke perguruan tinggi.
Sumber : khswigwam.com

Saya tidak menganggap rendah orang yang berani untuk tidak melanjutkan pendidikannya, malahan saya sangat kagum karena mereka sebegitu kuat dan tangguhnya “berhadapan” dengan orang-orang yang mungkin saja sudah bertitel sarjana dan keahlian-keahlian lainnya. Saya sadar bahwa jika saya tidak melanjutkan pendidikan saya saat itu saya tidak akan mampu bersaing.

Sebagai lulusan SMK saya tentu menghadapi banyak tantangan untuk masuk perguruan tinggi dibandingkan lulusan SMA. Lulusan SMK memang disiapkan untuk terjun di lapangan kerja dan sangat sedikit yang diterima di perguruan tinggi. Tapi, saya masih ingin melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi, selagi saya masih muda, pikir saya waktu itu. Dan alhamdulillah sekarang saya kuliah di Universitas Negeri Padang.

Banyak “pintu” yang bisa teman-teman manfaatkan untuk masuk ke perguruan tinggi favorit teman-teman, salah satunya adalah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional). Alhamdulillah saya lulusnya di sini.

Salah satu kelebihan SNMPTN adalah kita tidak harus ikut tes tertulis supaya diterima di perguruan tinggi tujuan. Saya bersyukur sekali sih bisa lulus lewat SNMPTN karena kalo saya ikut tes tertulis saya yakin nggak bakalan lulus. Haha. Jadi, SNMPTN ini harus teman-teman manfaatkan betul jika teman-teman tidak ingin repot ikut tes tertulis nantinya.

Oke, semua tips ini berdasarkan pengalaman saya pribadi, bisa saja semua yang saya lakukan dulu tidak berhasil jika teman-teman ikuti ataupun berbeda dengan kenalan teman-teman yang juga lulus SNMPTN. Tapi, setidaknya saya sudah berbagi.

[JUJUR dan AKTIF]

Ya. Agar jalan teman-teman mulus dan berkah kejujuran memang penting sekali. Apa gunanya jika nilai yang terinput adalah kebohongan belaka. Lagi pula nantinya bakalan diverifikasi lagi dan ingat Allah Maha Melihat. Teman-teman juga perlu aktif dan mengetahui info-info terbaru tentang SNMPTN, jangan hanya mengandalkan petugas yang ditunjuk sekolah, seharusnya teman-temanlah yang lebih mengetahui seluk-beluk SNMPTN ; mulai dari info, tata cara, hingga menggunakan websitenya.

Orang-orang mungkin berkata, “Untuk lulus SNMPTN semua nilai harus naik terus tiap-tiap semester”. Ya memang ada benarnya, tapi saya rasa porsinya tidak terlalu besar. Banyak kok orang yang nilainya nggak naik terus tapi lulus SNMPTN. Kuncinya : pastikan aja nilai teman-teman tidak terlalu anjlok. Jadi jangan minder dulu kalo mendengar nilai harus naik terus. Bagaimana jika nilai teman-teman agak anjlok ?

[UPLOAD SERTIFIKAT SEBANYAK-BANYAKNYA]

Ini sebenarnya kunci yang sangat berpengaruh. Ingat kalo yang menentukan lulus atau tidaknya teman-teman itu adalah kemampuan teman-teman sendiri, dan kemampuan teman-teman bisa dilihat dari seberapa banyak prestasi yang teman-teman hasilkan selama ini. Teman-teman akan sangat dihargai jika memiliki banyak prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam penghargaan yang teman-teman miliki. 

Jangan pernah sia-siakan ini, sayang sekali jika teman-teman punya banyak sertifikat tapi nggak di-upload lantaran tidak tahu caranya. Bertolak dari pengalaman saya, kalo hanya mengandalkan nilai mungkin banyak teman saya yang nilainya lebih tinggi dibandingkan saya. Tetapi, saya punya “kunci khusus” yang membuat jalan saya jadi mulus yaitu sertifikat nasional yang saya punya. Bayangkan jika saya yang hanya punya satu sertifikat bisa lulus, maka teman-teman yang punya lebih tentu insya Allah juga akan lulus.

[TENTUKAN PERGURUAN TINGGI DAN PROGRAM STUDI YANG DITUJU]

Hal yang paling berpengaruh dalam kegagalan siswa lulus dalam SNMPTN adalah salah memilih perguruan tinggi dan program studi yang dituju. Ada tipe-tipe siswa dalam menentukan pilihan ini :

Pertama, mereka yang milihnya asal-asalan. Biasanya siswa seperti ini adalah siswa yang setengah hati ingin melanjutkan pendidikannya. Mungkin hanya karena desakan orang tua atau hatinya terbagi untuk kerja dan setengahnya lagi untuk kuliah atau mungkin bagian lain hatinya memutuskan istirahat sejenak dari pendidikan. Lantaran keadaan seperti itu, siswa seperti ini memilih perguruan tinggi yang asal-asalan tanpa melihat dan memikirkan pilihannya tersebut.

Kedua, ngikut teman. Tipe seperti ini tentu akan sangat banyak teman-teman temui, mungkin saja itu adalah teman-teman. Siswa ini akan kuliah jika teman dekatnya juga kuliah, dia akan memilih perguruan tinggi dan program studi yang sama dengan apa yang dipilih teman dekatnya. Bukan hanya karena ngikut teman sih ! mungkin juga alasannya adalah ngikut gebetan atau pacar. Sebenanya tipe ini nggak ada salahnya, yang salah jika ngikut teman tetapi tidak melihat “bekal” kita untuk ngikutin teman itu.

Ketiga adalah siswa yang bertarget. Ini adalah tipe yang memiliki keseriusan yang tinggi untuk melanjutkan pendidikannya. Dia adalah siswa yang sudah menyiapkan jauh-jauh hari kemana perguruan tinggi yang dituju dan program studi apa yang diingin. Bukan hanya target, “bekal” pun sudah disiapkan sedemikian rupa. Dan dia serius dan bersemangat untuk mewujudkan targetnya tersebut. Insya Allah, siswa seperti ini adalah siswa yang akan lulus karena rizky nggak akan kemana saat kita terus berjuang. 

Dari ketiga tipe itu, semoga teman-teman adalah tipe yang ketiga. Selain itu, dalam memilih perguruan tinggi dan program studi, sebaiknya teman-teman harus melakukan riset bagaimana keadaan dan suasana belajar di kampus tujuan. Jangan terjebak dengan opini orang lain yang kadangkala tidak benar dan berlebih-lebihan. Yakin saja dengan apa yang teman-teman percayai. Toh, yang akan menjalani itu adalah teman-teman. 

Perguruan Tinggi dan program studi yang akan menerima teman-teman juga bergantung dari “bekal” yang teman-teman bawa. Jadi, jangan pernah bermimpi untuk memilih perguruan tinggi nge-top sementara “bekal” teman-teman nggak cukup. Bermimpi tentu boleh tetapi mimpi belum tentu akan kenyataan loh ! Semua perguruan tinggi itu bagus kok. Semuanya tergantung dari kebutuhan teman-teman. Coba renungkan, perguruan tinggi A adalah perguruan tinggi yang nge-top di provinsi teman-teman tetapi program studi yang teman-teman pilih di perguruan tinggi A hanya berakreditasi C, sementara perguruan tinggi B yang masih di bawah perguruan tinggi memiliki program studi yang sama dengan akreditasi A, mana yang akan teman-teman pilih ? 

🌕

Begitulah saya dulu waktu mengikuti SNMPTN walaupun cukup beresiko karena program studi yang saya pilih tidak ada kaitannya sama sekali dari background saya. Tetapi saya yakin dan pertimbangan saya sudah bulat dan akhirnya bisa lulus. 


Langkah yang akan teman-teman hadapi tentu akan panjang dan sulit tetapi semua itu akan terbayarkan dengan hasil manis yang bisa teman-teman dapatkan. Selamat berjuang^^Rifaldo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox